SPAMmer-SPAMmer yang terkenal

Perhatian, bagi semua pemilik blog WordPress.com, harap untuk segera menambahkan keyword “leoxa” (tanpa tanda kutip) di Comment Blacklist (Settings>>Discussion), karena banyak SPAMmer di luar sana yang mempromosikan leoxa ini.

Dan jangan lupa, tambahkan juga kata “Bibomedia” (tanpa tanda kutip), karena dia adalah salah satu SPAMmer yang ada di mana-mana.

Thanks.

Referensi:

Agama Orang Indonesia

Sebenarnya, di Indonesia ada banyak sekali agama yang diakui oleh Depag RI. Bahkan, semua agama diperbolehkan, begitulah menurut wikipedia.

Kesalahan persepsi orang Indonesia, bahwa agama ada 5, dikarenakan di form KTP, hanya ada 5 agama yang tercantum di dalam isian agama, yaitu Islam, Kristen, Katolik, Buddha dan Hindu.

Tetapi, meskipun melihat bahwa setiap orang berhak untuk menganut agama apapun, jujur saja, saya merasa bahwa di Indonesia, kebebasan beragama sangat dikekang.

Seperti contoh, bagaimana dengan beberapa orang yang memutuskan untuk menjadi agnostik (orang yang percaya akan adanya ultimate being, tetapi tidak beragama), ataupun atheis (orang yang tidak percaya akan eksistensi ultimate being, tapi belum tentu tidak beragama)? Bagaimana dengan mengatakan kaum pluralis yang mengatakan bahwa semua agama benar adanya?

Saya merasa bahwa Depag seharusnya tidak membatasi agama/kepercayaan setiap orang, apapun agama/kepercayaannya. Seharusnya negara tidak berhak campur tangan dalam segala hal yang disebut agama/kepercayaan, karena agama/kepercayaan bersifat pribadi.

Tapi…

Semua berasal dari pikiran

Ada yang email saya ini, cukup bagus:


Seorang lelaki berumur 92 tahun yang mempunyai selera tinggi, percaya diri, dan bangga akan dirinya sendiri yang selalu berpakaian rapi setiap hari sejak jam 8 pagi,dengan rambutnya yang teratur rapi meskipun dia buta, masuk ke panti jompo hari ini.

Istrinya yang berumur 70 tahun baru-baru ini meninggal, sehingga dia harus masuk ke panti jompo.
Apa yang terjadi?

Diproteksi: Tka-Tki User? Ke sini!

Tulisan ini dilindungi kata sandi. Untuk melihatnya mohon masukkan sandi Anda di bawah ini:


Posted in Uncategorized. Masukkan kata sandi Anda untuk melihat komentar

Kesalahan berbahasa Indonesia

Bingung mau nulis apa, hehehe…

OK, beberapa waktu yang lalu saya mendapatkan pengajaran Bahasa Indonesia dari seorang guru Bahasa Indonesia (ya iyalah, masa guru Fisika?) dan materi yang diajarkan pun Bahasa Indonesia (ya iyalah, masa Bahasa Jerman?).

Sebagai murid yang baik, dan yang kritis (dan tukang ngetes guru), saya bertanya kepada guru saya, “Pak, definisi kata acuh itu apa?”
Karena selama ini saya dipusingkan oleh arti kata acuh ini.

Dan guru saya menjawab, “Acuh itu artinya tidak peduli, ah, bagaimana sih kau ini,” dengan logat dan seringai khasnya.

Kontan, semua anak di kelas tertawa, mungkin bukan karena pertanyaan saya, mungkin karena logat dan seringai khasnya (mencari alasan buat membela diri, meskipun saya tahu bertanya itu tidak apa-apa)

Yah, sebagai anak yang baik, saya ikutan ketawa aja.

Baca Selanjutnya